Tulisan : Rambut →
Rambut adalah mahkota bagi perempuan , beberapa diantaranya disembunyikan , beberapa diantaranya dibiarkan menjadi tontonan.
pada suatu ketika aku bertemu denganmu dalam balutan kerudung yang amat sangat manis , aku bertanya mengapa tidak kamu pakai setiap hari saja ?
kamu menjawab dengan senyuman , aku memahami , suatu hal tidak bisa aku paksakan. Aku tersenyum , tanda mengerti.
Bahwa aku mengerti dan kamu juga lebih memahami bahwa kamu tahu sebenarnya itu adalah sebuah kewajiban , tapi ada sesuatu hal lain di hatimu yang seolah-olah enggan dan menolaknya.
Kamu cantik sekali ketika tidak mengenakannya , lihatlah cermin.
itulah bisikan yang selama ini kamu dengarkan.
Rambutmu itu indah sekali , lurus dan hitam , aku suka sekali memandangnya , sayangnya yang sukapun tidak hanya aku seorang.
Yang lainpun ikut menikmati.
Kamu berkata padaku suatu hari panjang lebar ,tentang kerisihanmu dipandang banyak laki-laki dijalan.
Aku katakan kepadamu , kamu cantik sekali.
Aku tidak mengeluarkan rayuan , tapi kamu tersipu malu.
Kemudian tersenyum , kamu akan tahu kemana arah percakapan ini.
Aku yang tidak ada henti hentinya menasehatimu tentang kerudung itu , mungkin sampai membuatmu mati rasa.
Seminggu ini aku bertemu denganmu , di ruang kelas , dan kamu berbeda.
Aku bertanya , tumben , dan kamu jawab tersenyum.
Aku berusaha membahasakannya , tapi tidak mengerti.
“Aku sembunyikan rambut indahku , kawan”
lantas aku bertanya , “mengapa kamu sembunyikan ?”
Kamu mengangkat alis , dan bertanya terheran heran …
“Aku menyembunyikannya dari laki-laki mesum macam kau”
Aku mengangkat alis
“Rambut ini bisa membuat laki-laki jatuh cinta kawan , dan aku tidak ingin mereka jatuh cinta kepadaku hanya gara-gara rambut”
Aku semakin tidak mengerti dengan kata-katamu
“Aku mencintai Tuhanku , dia memberikan apapun yang aku inginkan , lantas kenapa sulit bagiku untuk mematuhi apa yang dia perintahkan ?”
Kamu menjawab dengan senyum khas mu
“ini bukan tentang pilihan kawan , tapi ini masalah khusus antara perempuan dan Tuhan , laki-laki jangan ikut campur”
Aku mengacungkan jempol
- - - - -
Notes (26)
-
mybookstory reblogged this from kurniawangunadi
-
wannabud reblogged this from kurniawangunadi
-
fendyhape reblogged this from kurniawangunadi
-
lionisofiane likes this
-
shabiraaaa likes this
-
naluwnovi reblogged this from kurniawangunadi
-
naluwnovi likes this
-
hasnidireja reblogged this from kurniawangunadi
-
putriastadipura likes this
-
titisssha likes this
-
anisaputri likes this
-
exactinimo likes this
-
akanokoizumi likes this
-
senjakalaitu reblogged this from kurniawangunadi
-
bungaca reblogged this from kurniawangunadi
-
bungaca likes this
-
civirily likes this
-
kotakmusik reblogged this from kurniawangunadi and added:
Rambut adalah mahkota bagi perempuan , beberapa diantaranya disembunyikan , beberapa diantaranya dibiarkan menjadi...
-
thehistoryofme likes this
-
iiyyuuss reblogged this from kurniawangunadi and added:
Rambut adalah mahkota bagi perempuan , beberapa diantaranya disembunyikan , beberapa diantaranya dibiarkan menjadi...
-
permathati reblogged this from kurniawangunadi
-
emylneon likes this
-
widyakusuma reblogged this from kurniawangunadi
-
ireneshofia reblogged this from kurniawangunadi
-
ireneshofia likes this
-
widyakusuma said:
malam ini saya semacam baru membeli buku baru yg penuh dgn cerita2 inspiratif :)
-
indraswarinuri reblogged this from kurniawangunadi
-
iangajah likes this
-
kurniawangunadi posted this